Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari

Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan

Fitrawan Umar mengangkat topik perempuan dalam judul bukunya Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan . Sebuah novel terbitan Exchange yang berkisah tentang dua teman kecil: Renja dan Adel yang bertemu kembali ketika di bangku perkuliahan. Saat itulah konflik asmara terjadi antara mereka, Renja mencintai Adel tapi Renja sulit mengerti apakah Adel juga mencintainya atau tidak. Adel adalah perempuan yang sulit dimengerti. Perasaan Renja terus tumbuh meski diiringi keraguan, “Sepertinya memang begini ketika kita menyukai seseorang. Kita merasa yakin bahwa seseorang itu punya rasa suka yang sama. Namun, hati kecil juga berbisik untuk meragukannya,” ungkap Renja. Memang perempuan sulit dimengerti, bahkan Sigmund Freud pun mengakuinya, “The great question that has never been answered and which I have not yet been able to answer, despite my 30 years of research into the feminine soul, is: ‘What does a woman want?’” 30 tahun Freud mencari tahu tentang perempuan namun ia masih jug