Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari

4 tingkatan insomnia anak muda zaman sekarang

*Language perspective. Insomnia, adalah keadaan dimana seseorang tidak dapat tidur. Hampir setiap orang pernah merasakan bahkan seorang bayi pun mengalaminya. Termasuk saya ketika sedang mengetik ini. Baiklah straight to the point, menurut hasil penerawangan insomnia saya (memang, saat tidak bisa tidur, pikiran begitu lancar mengalirkan ide-ide), ada 4 hal penyebab insomnia (bukan karena penyakit, yang mungkin tidak termasuk alasan saintis karena saya bukan orang sains tapi bisa dikategorikan sebagai alasan humanis , karena saya mahasiswa sastra. Hahaha…) yang biasa terjadi di kalangan anak muda atau sejoli , yaitu: Source 1.   I won’t sleep because you won’t sleep. Saya tidak mau tidur karena kamu tidak mau tidur. Kasus ini mungkin paling banyak terjadi di kaum muda yang lagi kasmaran atau pun pede kate. Kedua belah pihak (I and You) sama-sama tidak mau tidur. Contoh kasusnya seperti ini, ketika mereka telponan…. Mawar: Sudah dulu yah, ngantuk nih…. Beddu: Ba

Perihal Hujan

1 Satusatu hujan meluncur ke bumi Aroma petrikor menelusuk hidung, lalu ke hati Ah, menenangkan sekali Hujan mengantar masa lalu 2 Seperti ritme piano, hujan sedang mengalunkan lagu klasik di atas atap Saya bergegas ke kamar, membaca novel puitis di atas kasur tipis Eh, menyenangkan sekali Diam-diam saya berdoa, semoga hujannya awet 3 Hujan bersetia, mengurung Ibu dalam rumah Gincu Ibu hampir-hampir rancu, ia terus mengomel “Ih, menjengkelkan sekali,” kata Ibu Matanya mendung 4 Dingin menyumsum, hujan tumpah ruah   “Air merendam persawahan”, kata tetangga Hati Bapak mengecut, dahinya mengerut Diam-diam, butir air tumbuh di matanya Makassar, 29 Desember 2015