Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari

Rakyat Bercerita

It has been long time…. Tidak terasa setalah berbulan-bulan bergelut dengan tugas akhir hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi. Melalui masa-masa sulit, stress, dan penuh tekanan lahir-batin (lebay) selama proses pengerjaan skripsi. Sepanjang masa itu pula saya susah membagi fokus: menulis skripsi, cerpen dan esai, bahkan sekadar untuk mengisi blog dengan catatan-catatan. Skripsi ya skripsi. Dan sekarang, setelah yudisium, menanti waktu wisuda- kembali mengisi hari demi hari dengan banyak membaca, yang semoga dan semestinya berjalan seiring dengan menulis. Ah! Sepertinya banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya lomba cerita rakyat yang diadakan oleh kementerian kebudayaan. Sangat kebetulan, beberapa minggu lalu, saya meminjam buku terjemahan kumpulan cerita rakyat milik salah seorang teman, sebelum mengetahui info lomba. Meskipun buku tersebut berisi cerita-cerita rakyat anak-anak dari luar Indonesia, kebanyakan dari barat, setidaknya bisa memberikan pelajar