Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari

Konsolidasi Malam itu

Aku masih teramat lelah kala itu, ketika mama memintaku ke rumah tetangga sebelah. Bagaimana tidak, baru sekitar sejam lalu aku tiba di rumah setelah lebih dari empat jam duduk berdesak-desak dalam mobil panter yang melaju melewati jalur Buludua. Kusempatkan pulang hari itu, meski sebenarnya libur hanya sehari untuk pesta pemilu lima tahunan saja. “Lumayan ada tambahan satu suara,” begitulah kata mama saat ia berusaha membujukku lewat telepon. Memang satu suara sangat penting bagi caleg manapun termasuk bagi sanak saudaraku yang menjadi caleg DPR Daerah. Kesempatan itu juga bisa melepaskanku dari masalah-masalah kampus barang satu atau dua hari. Kumelangkah menuju rumah tetangga yang telah ramai sedari tadi. Kubiarkan Ridho, teman seasramaku yang ikut denganku ke kampung halaman istirahat sendiri di depan TV. Aku tak perlu kawatir jikalau dia mole karena ia selalu punya cara untuk melawan kesendirian. Aku canggung ketika kaki-kakiku menuruni anak tangga. Karena ya

Bakti Sosial di Dusun Sabang

Suatu hari Dusun Sabang, Desa Bonto Bahari, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros terlihat begitu ramai. Sekelompok mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin baru saja tiba dari Kota Makassar, setelah menempuh jarak sekitar 40 kilometer atau selama satu jam lebih. Jauh dari hiruk pikuk kota, suasana begitu berbeda dengan yang biasa kami lewati sehari-hari. Embusan angin laut yang melewati celah-celah tanaman bakau terasa begitu sejuk meski matahari berada tepat di atas kepala kami. Di daerah pesisir inilah, kami menggelar kegiatan bakti sosial dengan tema “Satu Langkah Kecil dengan Kepedulian Besar.” “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, juga inilah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu dari tridarma perguruan tinggi,” kata Darmayanti, yang merupakan penanggung jawab dari kegiatan tersebut. Kegiatan bakti sosial adalah salah satu program kerja P