Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari

Bahasa Pengaruhi Mata Kanan

Bahasa tidak hanya digunakan sebagai sarana berkomunikasi dan berhubungan dengan ucapan saja. Respon mata dalam memandang sesuatu juga dipengaruhi oleh bahasa. Akan tetapi, pengaruhnya hanya untuk mata kanan. Para peneliti di University of California menguji hipotesis, yang menyatakan bahwa bahasa berperan dalam mengatur persepsi atau pandangan seseorang, dengan cara melakukan serangkaian tes warna. Dari tes tersebut, mereka menemukan bahwa manusia mampu mengenali warna lebih cepat dengan mata kanan dari pada mata kiri. Hasil temuan mereka dimuat dalam Proceedings of the National Acedemy of Sciences, mereka menyatakan bahwa hal tersebut terjadi karena tubuh bagian kanan diproses oleh otak yang mengendalikan bahasa. Teori bahwa bahasa mempengaruhi persepi adalah bagian dari hipotesis Sapir-Whorf dalam ilmu bahasa. Menurutnya, terdapat hubungan sistematik antara bentuk tata bahasa dari perkataan seseorang dengan bagaimana pemahaman orang tersebut te