Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2010

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari

ahmad

Ahmad yang menurut ajaran islam artinya Terpuji, lahir dari pasangan Made Amin & Mare Ati pada tanggal 5 maret 1993 di Tanjonge, desa Baringen Kab.Soppeng, Sul-Sel. Skrang masih kelas 3 sma di SMA Negeri 1 Lilirilau, Ia belum memiliki cita-cita yang jelas, namun satu hal yang sangat di impikannya ialah Bisa berbahasa inggris dengan lancar, karena menurutnya "Modal Utama Yang Harus Dipersiapkan adalah Bahasa Inggris Sebagai Pintu Gerbang Dari Setiap Langkahnya"