Konsekuensi

Memulai awal semester di januari - yang normalnya dimulai pada September - memaksa kami harus berpikir lebih cepat. Penyebab utamanya adalah tesis (di sini disebut Disertasi) yang harus diselesaikan di pertengahan perkuliahan. Hampir semua jurusan harus mengikuti semester dua dulu, lalu mengerjakan disertasi, dan terakhir menghadapi semester satu. The problem is, biasanya mata kuliah pengantar yang menjadi pendukung dalam penulisan tugas akhir ada di semester satu.

Jurusan saya, English Literary Studies misalnya, di semester satu ada mata kuliah wajid dan paling penting Approaching Literature berisi tentang teori-teori yang bisa digunakan dalam mengkaji karya sastra. Unfortunately, itu baru bisa diambil setelah menyelesaikan disertasi. Tapi kita tidak bisa menyalahkan kurikulum kampus sepenuhnya, ini konsekuensi memilih awal perkuliahan di Januari. Dan mungkin mereka (kampus) berpikir bahwa orang-orang yang memutuskan datang awal tahun lebih siap dan lebih matang untuk menghadapi tugas akhir, padahal kenyataannya tidak.

Perkuliahan baru saja dimulai 16 Januari lalu, which is sekarang sementara pertemuan ketiga dari sebelas pertemuan. Dan jurusan sudah mengeluarkan pengumuman bahwa JUDUL penelitian harus di-submit hari JUMAT, 24 MARET 2017. What the what??? Kami baru saja belajar berenang, sudah di suruh menyelam. Memang, jurusan menyediakan workshop, namanya Reseach Gym - awalnya saya pikir ini adalah sebuah kegiatan belajar penelitian yang dilakukan di tempat gym, tapi ternyata training yang berkaitan dengan penelitian - namun materinya terlalu umum. However, setidaknya mengikuti kegiatan sekali seminggu ini menambah KECEMASAN saya - kami intake Januari tepatnya - bahwa waktu semakin cepat berlalu dan kami harus menemukan ide untuk sebuah disertasi, apalagi jika mendengar mahasiswa lain (intake September) menceritakan topik dan karya yang akan mereka ambil. Dan sesuai namanya, "gym" ini sungguh melatih fisik dan mental mahasiswa supaya kuat menghadapi disertasi.

Awal tiba di Aberdeen masih happy-happy, santai, menikmati gedung-gedung yang warna dan bentuknya hampir semua sama - granit abu-abu, jalan kesana kemari (jalan kaki) tanpa tujuan jelas demi mengetahui jalan. Minggu pertama perkuliahan menikmati beberapa bacaan wajib atau reading list yang ketika membacanya harus buka tutup buka tutup aplikasi kamus, tandai ini itu, dan menyelesaikan tugas yang belum seberapa (versi mereka). Memikirkan disertasi hanya sejenak terlintas setelah itu tenggelam dan kembali fokus ke mata kuliah sekarang.

Hingga hari ini tiba (tsaa tsaa....) Datang telat 30 menit di kelas Reseach Gym tadi, pembahasannya tentang Interdisciplinary Reseach - Thingking Beyond Boundaries, bagaimana bekerja melakukan penelitian dengan mahasiswa dari disiplin ilmu yang berbeda. Meskipun dalam ruangan itu disiplin ilmunya tidak jauh beda: English Literature, Scottish Literature, Creative Writing, Music, Journalistic. Kami berdua yang datang telat dengan jurusan sama, mahasiswa Indo, intake Januari, dan sama-sama belum punya ide tentang penelitian disertasi sesungguhnya. Akhirnya, saya berpura-pura saja jadi mahasiswa Arsitektur demi melahirkan sebuah proyek besar (padahal yang diminta adalah penelitian logic, entah karena telat atau karena memang tidak mengerti sama sekali sehingga kami mengarang proyek besar ini). Proyek pun dipresentasikan dan "luar biasa" kami bisa tampil beda. Tidak perlu diceritakan :D

Saya santai dan biasa saja hingga kelas selesai. But then, I realise that I have to do something for this. Alhamdulillah, setelah makan-makan dan berdiskusi, minta wejangan, saran, atau semacamnya dari intake September akhirnya - setidaknya - menemukan topik dan karya yang bisa dijadikan bahan disertasi. Syukron. Semoga topik tersebut bisa betul-betul dan menarik untuk menjadi sebuah disertasi.

Sekadar catatan sebelum tidur, it's already 23:30.

Konsekuensi