Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari

Aesop dan Perayaan Kebahagiaan

  “Mungkin saja, teman-temanku mencuri dan mengubahnya.” Keluh Aesop kepada gadis cilik yang ia temui dalam mimpi. Ia sedih bercampur kecewa serta sedikit jengkel karena kisah Kelinci dan Kura-kura yang dibuatnya ternyata berbeda dengan kisah yang diceritakan orang-orang. Bahkan banyak orang seolah-olah menganggap Aesop tidak ada. Ia dilupakan sebagai pengarang cerita. Memang sering kali pengarang dilupakan begitu saja, beberapa pembaca sekadar menikmati karya tanpa melihat siapa pengarangnya. Meskipun dilupakan, Aesop menimpali “mungkin lebih baik menyamar. Menyamar berarti tidak ada orang yang tahu siapa kamu sebenarnya,” katanya dalam kumpulan fabel yang disusun oleh Jane Olliver. Kenyataannya, Aesop adalah seorang pengarang pada masa yunani kuno yang terkenal dengan fabelnya. Tidak banyak diketahui tentang Aesop, namanya hanya disebut malalui buku-buku kuno. Ia kurang dikenal namun memiliki banyak karya yang bisa dinikmati hingga sekarang. Karya-karyanya yang ditulis k