Silas Papare

Silas Papare

Membuat puisi bukan perkara mudah, bahkan ketika diminta menulis puisi pahlawan untuk anak SD pun saya dibuat sedikit resah. At the end, karena tuntutan jadilah puisi se-worse ini. Saya selalu saja gagal menyusun kata-kata indah. Ah, untuk pahlawan, seperti kata Silas Papare, ia tak butuh pujian (kata-kata indaha), ia hanya ingin perjuangannya diteruskan. I present this poem for my nephew there, in Papua and also for those who had sacrificed for Indonesia, for us.
Mungkin tak banyak yang mengenal namamu Engkau hanyalah seorang perawat yang dulu bekerja pada Belanda Lantas Engkau berbalik menentang mereka Kau memberontak melawan mereka yang ingin merebut tanah ini
Kau tak mengenal lelah meski keringat mengucur di wajahmu Kau terus berjuang meski dikurung dalam penjara Hingga kau berhasil mengusir Belanda dari tanah ini Kau menyatukan Papua ke dalam NKRI
Silas Ayari Bonari Papare Tanpamu, mungkin kami tak bisa berpijak di tanah Indonesia Tanpamu, mungkin kami tak bisa belajar Bahasa Indonesia Tanpamu, kami bukanlah apa-apa
Kini Belanda telah pergi Tak ada lagi yang memerangi tanah ini Tapi mengapa keturunanmu kini saling perang Busur dan panah dilepaskan ke udara antar suku
Wahai Silas Papare, Maafkan kami anak-anak Papua yang masih berkonflik Wahai pahlawanku, Kami tahu kau tak butuh disanjung dan dipuji Karena kau hanya ingin perjuanganmu diteruskan.

*Selamat hari pahlawan
pahlawan papua
pahlawancenter.com
Baca selengkapnya »

Sosial Media