Perempuan-perempuan tulus di balik layar Blogger Camp Makassar

Perempuan-perempuan tulus di balik layar Blogger Camp Makassar



(Seorang ibu-ibu sedang membalut donat dengan coklat)
Di balik laki-laki sukses selalu ada istri hebat. Dan di balik kesuksesan kegiatan Blogger Camp di Makassar, ada ibu-ibu hebat yang bekerja setulus hati. Mereka adalah orang-orang bekerja di dapur, mempersiapkan makanan untuk para peserta dan panitia Blogger Camp.
Kegiatan Blogger Camp yang dilangsungkan serentak di empat kota, termasuk Makassar dukung oleh Indosat dengan aplikasi barunya Indosat Love dan Net Media serta beberapa pihak lain. Sangat tepat panitia memilih PPLH Puntondo sebagai lokasi kegiatan karena tempatnya sunyi, cocok untuk para penulis, lingkungannya yang nyaman.
“Ini namanya pepes tahu,” kata seorang staf dapur PPLH Puntondo sembari menambahkan isi talam. Ia tersenyum simpul lalu kembali duduk di kursi yang terletak di pojok ruangan. Ia begitu welcome menyambut peserta Blogger Camp Makassar.
Dengan tertib peserta mengambil satu persatu makanan yang terletak di atas meja. Ada yang hanya mengambil sedikit dengan perasaan malu-malu, ada pula yang tak segan-segan memenuhi piringnya, termasuk saya. Maklum saja, perjalanan sekitar 3 jam dari Kedai Pojok Adiyaksa, Makassar lumayan melelahkan. Isi perut terasa dikocok melewati jalan yang kurang mulus.
Sepotong ikan nila, pepes tahu yang baru pertama kalinya saya temukan, serta bersendok-sendok sambal tomat. Sambalnya sungguh menggugah selera makan.
Belakangan saya ketahui, setelah menemui ibu-ibu yang bekerja setulus hati di belakang layar alias dapur, ternyata mereka tidak pernah menggunakan vetsin atau msg dalam makanan apapun yang disajikan.
(Memasak kepiting laut untuk makan siang)
“Kami di sini menggunakan sistem ramah lingkungan, jadi tidak pernah menggunakan 4P: penyedap, pemanis, pewarna, dan pengawet.” Kata Timiati, salah seorang yang bertugas di dapur.
Waktu terus melaju, kami pun bergerak menuju aula untuk sharing dengan beberapa komunitas blogger lain. Pelan-pelan embusan angin menembus kulit, jam di tangan saya baru menunjukkan pukul 20.00 WITA tapi kantuk mulai menyerang.
Beruntung, setelah sesi sharing ada coffee break. Kami melangkah turun ke bawah aula, di sana sudah ada seorang perempuan, petugas dapur siap menyambut kami.
“Silahkan dicoba sarabbanya,” katanya sambil menyerahkan cangkir kepada saya.
Sarabba, minuman jahe khas Makassar dan pisang serta ubi goreng di atas meja. Sangat pas dengan kondisi malam yang semakin menggigil. Aroma ikan masih tertinggal dalam mulut kami saat makan tadi seketika lenyap kala cairan Sarabba menerobos tenggorokan kami.
Kata Batara, teman saya, “Sarabba paling enak ini, dari sekian kali minum sarabba. Kayak pas-pas campurannya. Gula merahnya, santannya pas begitu.” Memang, minuman ini sangat menarik peserta blogger camp, beberapa peserta bahkan menambah Sarabba-nya. Ternyata minuman tersebut dibuat oleh pengelola PPLH sendiri. Dimana mereka semua adalah penduduk lokal sehingga sudah ahli membuatnya.
Sebenarnya saya masih ingin menikmati Sarabba di bawah rembulan sembari bercakap dengan peserta lain, sayangnya panitia meminta peserta untuk segera menuju aula. Lalu, setelah materi selesai, saya kembali turun ke tempat minum tadi, bermaksud menemui perempuan penjaga meja tadi. Namun yang saya dapati hanyalah cangkir-cangkir yang telungkup di atas piringannya.
Pagi kembali tiba, peserta menuju restoran untuk sarapan. Di sana, perempuan yang saya temui di samping meja makan bukan lagi perempuan kemarin. Katanya mereka memang ganti-gantian. Namun seperti perempuan semalam, ia tak kalah ramahnya, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan. Selain ia yang menjaga meja makan, seorang lagi menjaga di meja minuman.
(Peserta mengambil sarapan)
“Nasi kuning pagi ini” seperti judul cerpen teman saya, mengisi perut kami ditemani segelas the hangat, sembari memandangi laut Puntondo yang semakin mengering ditelan musim. Sarapan yang lebih dari cukup untuk melakukan kegiatan blogger camp selanjutnya, outbound yang berisi game penuh keseruan, canda, dan tawa.
Terima kasih kepada mereka yang bekerja ikhlas menyiapkan makanan. Saya tidak bisa membanyangkan bagaimana Blogger Camp dapat berjalan baik jika waktu makan selalu terlambat.
Kita begitu menikmati dan meresapi rasa masakan yang dimasukkan ke mulut kita, tapi kenapa kita tidak pernah mempertanyakan siapa yang bekerja keras dan tulus di balik dapur.


(Ibu-ibu yang bertugas di dapur)


Baca selengkapnya »
Angka Kembar dan Lelaki yang Tak Dirindukan

Angka Kembar dan Lelaki yang Tak Dirindukan

Peringatan! Tulisan ini mengandung unsur ke-alay-an, bagi yang berusia 18+ tahun jangan dibaca.

“Mungkin seseorang sedang merindukanmu.”

“Ah, siapa yang rindu kepadaku!” Jawabku sambil tertawa terpintal-pintal.

Padahal hati saya berkata lain, “Wah, siapa ya yang merindukan saya? Mungkinkah si dia, perempuan yang menatapku sore kemarin. Atau dia, perempuan lain yang pernah sekadar lewat di hatiku, atau mungkin….” Saya tersenyum malu-malu.

“Iyya Dek, temanku pernah bilang begitu. Dan saya juga percaya.
Alarm digital ketika mati lampu :)
***
Itu hanyalah potongan pengalaman sekitar tiga tahun lalu-masih semester 3, ketika saya sering mendapati angka-angka kembar pada jam digital Hp. Saya kemudian menceritakan pengalaman kepada salah seorang senior (sebut saja namanya Mawar) di sebuah organisasi yang baru saya masuki.

Sejak percakapan sore itu, saya justru makin sering menemukan angka-angka kembar. Tepat ketika secara kebetulan saya melihat angka-angka kembar, saya langsung menerka-nerka siapakah orang yang sedang merindukan saya sekarang?Kemudian saya senyum-senyum sendiri.

Begitulah seterusnya hingga tiba masa dimana saya mendapati angka-angka kembar terlampau sering. Saat sementara berbicara dengan teman, saat menonton, menjelang tidur, dan sebagainya. Angka-angka itu saya lihat pada desktop laptop, alarm digital, bahkan pada sebuah sinetron yang secara kebetulan menampilkan jam digital dengan angka kembar. Tapi yang paling sering tentu pada layar Hp.

Hingga saya memutuskan untuk mencoba mencari penjelasan lain dari mbah google. Rata-rata netizen ternyata menuliskan hal yang sama, “ada yang sedang rindu padamu. Salah seorang pernah membuktikan, katanya tak berselang lama setelah melihat angka kembar, sesorang tiba-tiba mampir di inbox-nya. Dan sejak kejadian itu hingga sekarang (tulisan itu diposting) netizen itu mengaku belum bisa move-on dari pengirim pesan tersebut. So what!

Ada juga yang mengatakan, kalau orang yang melihat angka kembar itu sementara berstatus pacaran berarti mereka “sama-sama sedang kangen.” Bahkan ada yang langsung mengeluarkan teori “Angka kembar dan keresahan global,” (ada 5 teori penjelasan di sana). Wets, tinggi betul pembahasannya. Saking tingginya, saya tidak bisa paham. Terakhir, ada yang menganggap bahwa melihat angka kembar ada suatu keberuntungan.

Saya belum juga mendapatkan penjelasan ilmiah, atau setidak-tidaknya informasi tersebut bersumber dari orang yang dapat dipercaya. Mungkin jika saya punya uang dan “mau” mengeluarkannya untuk paranormal, saya akan segera menemui mereka.

Setelah melakukan proses perenungan dan pertapaan yang panjang dalam lorong waktu akhirnya saya mencoba menebak-nebak sendiri perihal kehadiran angka kembar tersebut dalam hidup saya:
1.  Seseorang sedang merindukan saya. Iya, saya sangat percaya karena orang tua, ibu kita adalah orang selalu merindukan anak-anaknya, tanpa mengenal ruang dan waktu, tanpa menunggu angka-angka kembar itu datang. Tapi…. Jika,
2. Seseorang lain sedang merindukan saya. Tentu saya tidak percaya. Siapalah saya ini, siapalah perempuan lain yang merindukan saya. Saya hanyalah “Lelaki yang tak dirindukan.” Kodong.
3. Tidak ada yang namanya kebetulan “melihat angka kembar,” semua sudah ditakdirkan Allah. Tapi salah satu penyebabnya adalah…
4.karena berpuluh-puluh menit waktu digunakan hanya untuk memegang Hp-memeriksa sosmed, dll. Jadi wajar jika selalu mendapati angka-angka cantik itu. Kedua…
5. suatu kenyataan bahwa saya lah yang merindukan seseorang karena saya kesepian, tidak ada aktivitas rutin. Dan sedang harap-harap cemas menunggu panggilan kerja setelah sekian banyak surat lamaran melayang.

               Mengenai mengapa dan apa yang terjadi setelahnya kita-manusia hanyalah bisa menerka-nerka. Allah Maha Tahu.
                                                                    (Beberapa angka kembar hasil Screenshot Hp)





Baca selengkapnya »

Sosial Media