Rakyat Bercerita

Rakyat Bercerita



It has been long time….

Tidak terasa setalah berbulan-bulan bergelut dengan tugas akhir hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi. Melalui masa-masa sulit, stress, dan penuh tekanan lahir-batin (lebay) selama proses pengerjaan skripsi. Sepanjang masa itu pula saya susah membagi fokus: menulis skripsi, cerpen dan esai, bahkan sekadar untuk mengisi blog dengan catatan-catatan. Skripsi ya skripsi.
Dan sekarang, setelah yudisium, menanti waktu wisuda- kembali mengisi hari demi hari dengan banyak membaca, yang semoga dan semestinya berjalan seiring dengan menulis. Ah! Sepertinya banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya lomba cerita rakyat yang diadakan oleh kementerian kebudayaan. Sangat kebetulan, beberapa minggu lalu, saya meminjam buku terjemahan kumpulan cerita rakyat milik salah seorang teman, sebelum mengetahui info lomba.
Meskipun buku tersebut berisi cerita-cerita rakyat anak-anak dari luar Indonesia, kebanyakan dari barat, setidaknya bisa memberikan pelajaran seperti apa itu. Well, hampir semua telah saya baca dan beberapa hal yang bisa saya simpulkan mengenai karakter atau ciri cerita rakyat anak-anak adalah:
1.  Banyak hal yang tidak masuk akal (mungkn karena yang baca bukan anak-anak lagi hehehe…) Misalnya hewan yang bisa bercakap dengan manusia.
2.    Almost all of them are happy ending. Meskipun kadang terkesan dipaksakan happy ending.
3.  Hampir semua tokoh utamanya adalah protagonist. Namun jika dipikir dalam-dalam, banyak cara-cara tercela (tidak patut dicontoh) yang dilakukan oleh tokoh utama. Ya, yang penting happy ending. Misalnya kisah Jack dan Sulur Kacang Polong (mungkin diadaptasi ke film Jack and the Giant Slayer), dimana Jack adalah bocah miskin yang mencuri barang-barang berharga si Raksasa. Endingnya, si Raksasa meninggal dan Jack pun hidup kaya raya. Maksud saya adalah meskipun barang yang dicuri adalah mirip seorang Raksasa, tapi saja yang salah adalah si Jack karena mencuri.
4.   Jika cerita itu tentang seekor hewan, amak ia akan digambarkan sebagai hewan cerdas. Bahkan tidak jarang memiliki kecerdasan melebihi manusia. Misalnya kisah Kucing Bersepatu Lars, Kura-Kura dan Kera, Kelinci Pahlawan, dll.
Itu hanya pandangan saya saja, belum tentu benar dan saya masih perlu membaca dan mencermati lebih banyak cerita rakyat.
Baca selengkapnya »

Sosial Media