Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

4 tingkatan insomnia anak muda zaman sekarang

Perihal Hujan

Silas Papare

Membuat puisi bukan perkara mudah, bahkan ketika diminta menulis puisi pahlawan untuk anak SD pun saya dibuat sedikit resah. At the end, karena tuntutan jadilah puisi se-worse ini. Saya selalu saja gagal menyusun kata-kata indah. Ah, untuk pahlawan, seperti kata Silas Papare, ia tak butuh pujian (kata-kata indaha), ia hanya ingin perjuangannya diteruskan. I present this poem for my nephew there, in Papua and also for those who had sacrificed for Indonesia, for us. Mungkin tak banyak yang mengenal namamu Engkau hanyalah seorang perawat yang dulu bekerja pada Belanda Lantas Engkau berbalik menentang mereka Kau memberontak melawan mereka yang ingin merebut tanah ini Kau tak mengenal lelah meski keringat mengucur di wajahmu Kau terus berjuang meski dikurung dalam penjara Hingga kau berhasil mengusir Belanda dari tanah ini Kau menyatukan Papua ke dalam NKRI Silas Ayari Bonari Papare Tanpamu, mungkin kami tak bisa berpijak di tanah Indonesia Tanpamu, mungkin kami tak bisa belajar Bahasa In…

Perempuan-perempuan tulus di balik layar Blogger Camp Makassar

Di balik laki-laki sukses selalu ada istri hebat. Dan di balik kesuksesan kegiatan Blogger Camp di Makassar, ada ibu-ibu hebat yang bekerja setulus hati. Mereka adalah orang-orang bekerja di dapur, mempersiapkan makanan untuk para peserta dan panitia Blogger Camp. Kegiatan Blogger Camp yang dilangsungkan serentak di empat kota, termasuk Makassar dukung oleh Indosat dengan aplikasi barunya Indosat Love dan Net Media serta beberapa pihak lain. Sangat tepat panitia memilih PPLH Puntondo sebagai lokasi kegiatan karena tempatnya sunyi, cocok untuk para penulis, lingkungannya yang nyaman. “Ini namanya pepes tahu,” kata seorang staf dapur PPLH Puntondo sembari menambahkan isi talam. Ia tersenyum simpul lalu kembali duduk di kursi yang terletak di pojok ruangan. Ia begitu welcome menyambut peserta Blogger Camp Makassar. Dengan tertib peserta mengambil satu persatu makanan yang terletak di atas meja. Ada yang hanya mengambil sedikit dengan perasaan malu-malu, ada pula yang tak segan-segan memenu…

Angka Kembar dan Lelaki yang Tak Dirindukan

Peringatan! Tulisan ini mengandung unsur ke-alay-an, bagi yang berusia 18+ tahun jangan dibaca.
“Mungkin seseorang sedang merindukanmu.”
“Ah, siapa yang rindu kepadaku!” Jawabku sambil tertawa terpintal-pintal.
Padahal hati saya berkata lain, “Wah, siapa ya yang merindukan saya? Mungkinkah si dia, perempuan yang menatapku sorekemarin. Atau dia, perempuan lain yang pernah sekadar lewat di hatiku, atau mungkin….” Saya tersenyum malu-malu.
“Iyya Dek, temanku pernah bilang begitu. Dan saya juga percaya.” *** Itu hanyalah potongan pengalaman sekitar tiga tahun lalu-masih semester 3, ketika saya sering mendapati angka-angka kembar pada jam digital Hp. Saya kemudian menceritakan pengalaman kepada salah seorang senior (sebut saja namanya Mawar) di sebuah organisasi yang baru saya masuki.
Sejak percakapan sore itu, saya justru makin sering menemukan angka-angka kembar. Tepat ketika secara kebetulan saya melihat angka-angka kembar, saya langsung menerka-nerka siapakah orang yang sedang merindukan say…