Sebelum Menulis - Hujan

Sebelum Menulis - Hujan




Hujan berlabuh di Desember, Desember segera berlalu, tahun segera berganti, tinggal menghitung jam, atau menghitung detik jika kau mampu. Di pergantian tahun, banyak menikmati hujan, banyak anak-anak muda yang mungkin berpura-pura menikmati hujan, memasang status sana-sini tentang hujan, meski sebenarnya ia resah karena pakaian yang tidak kunjung kering-bau lembab dan takut perayaan tahun baru yang tidak bisa ia nikmati bersama kekasih.

Pedagang jas hujan yang bertebaran di pinggir jalan juga ikut tersenyum ketika hujan membasahi ibu kota. Lain halnya pedagang petasan, kembang api dan terompet yang tidak kala banyaknya memenuhi pinggir jalan-jalan besar, di sepanjang jalan perintis kemerdekaan misalnya. Mungkin mereka mencaci maki hujan, petasannya akan rusak jika kena percikan air.

(Source: liriklaguanak.com)
Nanti malam bagaimana, Kita akan merayakan tahun baru atau merayakan hujan?

Bagi saya, apa bedanya malam tahun baru dengan malam-malam lainnya. Sama saja bukan? Saya selalu menikmati malam meski tidak semua malam bisa dilalui dengan baik. Pergantian tahun baru tidak perlu dirayakan.
Baca selengkapnya »

Sosial Media