Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Merevisi Niat

Niat adalah pekerjaan hati. Tidak ada satu pun manusia yang tahu isi hati manusia lainnya, kecuali jika ia menceritakannya. Jika ia bercerita, pun belum tentu sesuai dengan hatinya. Orang yang katanya mampu membaca maksud hati seseorang, saya yakin ia hanya menerka-nerka. Dalam masyarakat bugis, kita sering mendengar nasehat orang tua, keluarga, atau siapa pun yang menaruh perhatian dan kasih sayang kepada kita, “padecengi akkattamu” (perbaiki niatmu). Sepotong kalimat yang sering diucapkan ketika ada orang yang ingin melekukan pekerjaan atau bepergian. Pemuda bugis yang berniat merantau untuk mencari nafkah, mengumpulkan uang untuk modal nikah dan uang panai misalnya maka ia akan diwanti-wanti oleh keluarganya untuk meluruskan dan memantapkan niat. Karena niatlah yang akan mengantarnya pada tindakan-tindakan dan perilaku di kampung orang di kemudian hari. Dua orang pemuda yang bersama-sama merantau, berusaha bersama dan mendapatkan pekerjaan sama bisa saja mendapatkan hasil yang berbeda…

Nasib Tulisan-tulisan Kita di Musim Kemarau