Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Menjemput Matahari

Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman terletak agak jauh dari kota Pariaman. Tapi jangan tanyakan soal keindahan, keelokan, kecantikan, ataupun ketampanannya.
Liku-liku Sungai Ja'niah (Jernih)  membelah nagari Sikucur. Airnya Jernih dan begitu segar, menjadi sumber air utama di sana. Mandi, mencuci, bahkan untuk memasak (setelah ditampung beberapa saat). Sungai ini juga dipenuhi ikan Larangan. Ikan yang menurut kepercayaan penduduk lokal hanya bisa ditangkap pada waktu-waktu tertentu, sayang saya tidak mendapat jawaban ketika kutanyakan mengapa. Saya maklum dengan sesuatu yang begitu diyakini dan dipercaya masyarakat. Mereka tak memiliki penjelasan tapi begitu yakin, takut ada sesuatu terjadi jika melanggarnya

Korong Durian Kadok adalah salah satu korong (dusun) tertampan di Sikucur. Liat saja ini foto-rotonya.













Jadi, satu hari sebelum penarikan dari lokasi KKN, tepatnya tanggal 24 Juli 2014 setelah pulang dari kota Pariaman untuk sahur. Kami tak mau mele…

Sebuah Pertemuan, Keluarga DKI

Buka Puasa- Puncak Merapi Sumbar

“Keliling-Keliling Nagari,” begitulah beberapa mahasiswa Unand memberi arti dari KKN. Kegiatan KKN memang merupakan proses pengabdian masyarakat, tapi tak bisa dimungkiri sebagian besar mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berlibur, alias jalan-jalan. Seperti halnya saya, tak membiarkan moment KKN berlalu begitu saja. Sambil nyelam minum air, juga makan snack balado. Bahkan sebelum dinyatakan lulus sebagai peserta KKN tematik di Padang, Sumatera barat, telah kurencanakan apa-apa yang akan dilakukan nantinya di sana. Termasuk mendaki gunung. Tiba di lokasi KKN, saya bertemu dengan teman se-nagari salah satunya adalah Andri, mahasiswa Antropologi Unand yang senang mendaki dan kebetulan sudah pernah ke Makassar bahkan sempat mendaki gunung Bawakaraeng. Kami bercerita panjang lebar, tentang studi saya, tentang Makassar, Sumatera Barat, hingga saya mengatakan keinginan untuk mendaki. Alhasil, dia langsung menjawab, “iyya, ntar kita mendaki merapi Mad.” Wah… :) *** Minggu terakhir K…