Mendekatlah, Maka Cinta



(Arsip pribadi)
Kami percaya bahwa segala kejadian besar di dunia ini, apa pun itu yang dilakukan oleh umat manusia adalah akibat dari cinta. Entah itu hal yang baik maupun yang buruk, semua karena cinta.

B.J. Habibie bisa mencintakan pesawat tentu karena ia mencintai mesin, ia telah bergelut dalam dunia tersebut. Bagaiamana dengan keburukan, Perang Dunia II misalnya yang katanya penyebab utama adalah Hitler? Justru karena Hitler sangat mencintai kaumnya, dimana pada masa itu bangsa Arya beranggapan bahwa bangsa mereka adalah terbaik di dunia ini, mereka yang paling sempurna dibanding bangsa-bangsa lain, cantik dan tampan dengan postur tubuh yang sempurna, sehingga mereka mendiskriminasi bangsa lain bahkan ingin melenyapkannya dari dunia ini, termasuk bangsa Yahudi saat itu

Atau contoh kecil, permusuhan dan perang biasa terjadi antara mahasiswa Fakultas Sospol dan Teknik di Universitas Hasanuddin dipicu hanya masalah sepela. Seorang Maba (perempuan) Teknik melapor kepada senior: diganggu dan digoda oleh mahasiswa Sospol. Maka terjadilah perang karena mahasiswa Sospol terlalu berlebihan cintanya kepada junior atau loyalitas terhadap fakultasnya, begitu pun mahasiswa Teknik juga tak mau fakultasnya diganggu karena mereka cinta.

Mungkin itu cinta yang dikendalikan syetan.
Mungkin benar: Cinta itu dari mata turun ke hati. Kita mencintai karena tahu siapa yang kita cinta, bahkan semakin kita mengenalnya semakin tumbuh subur cinta. Saya awalnya tak begitu mengenal sastra karena itu saya tak cinta. Namun karena telah terlanjur diterima di fakultas sastra maka saya harus mempelajarinya supaya tahu dan dapat bertahan. Lambat laun itu menumbuhkan cinta yang saban hari malah makin memuai.

(Arsip pribadi)
Seperti halnya dengan mencinta seseorang, mencintai kitab suci kita – Al-Qur’an, mencintai rasul, serta Allah. Mesti didekati supaya cinta. Begitu pun, mengajarkannya kepada orang lain agar mereka juga tahu, maka cinta. Ajarkan Alquran kepada anak2 kita, saudara2 kita supaya mereka mengenalnya, maka mereka akan cinta. Juga kebaikan-kebaikan.

Ketika cinta itu telah berada pada diri manusia, maka ia akan seperti sebilah tongkat putih yang jika dicelupkan kedalam cairan berwarna merah, jinggga, kuning, hijau, biru, hitam, atau apa pun namun ia akan tetap berwarna putih. Karena ia telah ridho dengan cintanya.

Jika kita berhasil mencintai maka sesuatu yang dicinta itu akan telah merasuk dalam kalbu sehingga niatnya insyaalah baik, tersimpan dalam pikiran sehingga pemahaman akan menjadi suatu konsep yang utuh, serta akan menyatu dengan jasad sehingga amal perbuatan kita menjadi rapi dan terstruktur.

Mari memualai sesuatu dengan mencintai Allah, agar Allah meniupkan cinta-cinta yang lain dalam jiwa kita. 
Aamiin.
 *Diterbitkan pada buku inspiratif ODOJers dengan judul "Mencintai Alquran" dengan banyak revisi. 

Mengusai Subuh, 20 Maret 2014


Mendekatlah, Maka Cinta