Di Balik Benci



Kau lemah,

Tak mampu mengunci benci yang tertata di matamu

Juga tak kan kau teriakkan amarah yang telah memerah


Ku tau,

Didih darahmu tak pernah berarah kala gelisah makin membuncah

Dan desah nafas yang terseok-seok tak berkelok

Lelah karena ulah tengik yang tengil tak mengerti tangis

Tapi kau diam,

Dan hanya baris-baris sajakmu yang mampu membalas cerca


Kau tak salah sayang.

And stronger than ranger

Tak terkalahkan

Di Balik Benci