PERGILAH

PERGILAH


Pulang kampus setelah kuliah hari ini terasa sangat berbeda, tidak seperti biasanya saya harus tunggu dan naik pete-pete sendiri dengan penuh kegalauan atau bahkan jalan kaki ke pintu dua. Karena hari ini saya merasakan kebersamaan yang begitu indah dengan 4 orang yang nyambung sama saya walaupun hanya beberap menit dalam pete-pete menuju pintu dua. Teman saya yang religius “Abul” terpaksa menuju ke rumah saya karena ia tak sadar ia telah melewati rumah yang seharusnya ia singgahi sesuai rencana awalnya. Di rumah, Abul member uang buat beli kopi dan snack, kami sempat ngopi bareng dan cerita masalah kuliah, pengalaman, bahkan privasi masing-masing.
Selesai magrib, dengan bermodal keberanian, saya meminjam motor paman kemudian mengantar Abul ke British English School, tempat yang seharusnya ia datangi tadi sore. Di sana kami disambut dengan senyuman hangat dari sepupu Abul. Hanya beberapa menit duduk, saya pamit pulang duluan karena saya merasa tidak enak pakai motor paman agak lama. Berat rasanya membiarkan sahabat pulang sendiri nantinya, tapi mau gimana lagi.
Baru beberapa saat menikmati acara TV di rumah, HP tiba-tiba berdering, “1 new massage “ terbaca dari kejauhan. Ternyata SMS dari Abul yang minta tolong untuk dijemput dan diantar pulang ke RAMSIS. Kepala ini tiba-tiba terasa berat penuh kebimbangan, bingung, dan rasa tidak enak. “Apa yang harus saya lakukan?” tanyaku dalam hati. Berat rasanya tapi saya harus mampu mengetik SMS ke Abul dengan permintaan maaf karena agak takut dan tidak enak meminjam motor paman untuk kedua kalinya dalam selang waktu yang singkat, dan saya tekan send dengan bismillah.
“nda apa-apa ji bro, tapi kalau bisa diusahakan”, saya baca sms balasan dari Abul. Saya bukan tukang ojek, tapi saya adalah sahabat. Jadi saya harus berani meminjam motor untuk kedua kalinya melebihi tukang ojek karena saya adalah seorang sahabat. Saya balas, “ok, just wait me”.
Saya pinjam motor paman dan siap melaju melebihi tukang ojek. Setelah sampai di British English School, saya siap melaju lagi menuju RAMSIS bersama Abul. Kami enjoy perjalanan dimalam yang panas tersebut dengan membahas hasil pembicaraan Abul dengan sepupunya itu. Motor melaju semakin pelan memasuki area RAMSIS hingga akhirnya berhenti  tepat di depan kamar Abul.
“Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah”, teriakku.
“Kenapa, kenapa, kenapa ???,, jangan cemas, jangan cemas Ahmad”, kata Abul
Kunci motor yang saya kendarai ternyata jatuh. Saya betul-betul ceroboh, saya lupa mengantongi kunci motor tersebut setelah menghidupkannya sebelum berangkat dari tempat Abul tadi, karena kunci tersebut memang sangat longgar dari standnya dan sering jatuh.
“Ya sudah, ayo telusuri jalan yang dilewati tadi”, guman Abul.
Dengan perasaan penuh cemas, motor kami kendarai dengan sangat pelan. Kami telusuri jalan, dan sesekali Abul harus jalan kaki mencari di arah lain. Saya lirik HP telah menunjukkan jam 21.30, ternyata kami telah menghabiskan lebih dari 70 menit, bahkan sempat kami putus asa dengan bermaksud untuk mencari tukang duplikat kunci yang bisa mengatasi ini. Tapi ternyata Sang Pencipta berkehendak lain, sampai di tempat start di BTP tadi, saya lihat benda kecil hitam bulat agak panjang tergeletak di pinggir jalan dan Alhamdulillah ya Allah,, Engkau memang maha Penolong, itu adalah kunci motor dan gantungannya yang nampak dari kejauhan.
Perasaan senang yang tak terhitung, tak terdefinisikan hinggap di hati kami. Kami Cuma bisa saling tersenyum dan saling tertawa menertawai diri sendiri tanpa bahasa apa pun.

#Bersambung#
Baca selengkapnya »
SEMPURNA

SEMPURNA

Alhamdulillah. (Tidak pake SESUATU)
Terima kasih ya Rab.
Ada perasaan CEMAS,
BINGUNG,
Dan bahkan JENUH dengan hidup ini.

Tapi entah kenapa,
Saya merasa sangat sempurna hari ini.
Bagaikan Badut-badut jalan menyapa.

Hanya sebungkus Kacang tak bermerk yang saya beli di jalan pulang tadi,
Segalas minuman dingin warna kecoklatan yang terasa agak asem dan kadang payau yang dituang dari botol kecil,
Dan ditemani 19 lagu Galau dari WestLife (Close Your Eyes, dll) yang berbunyi Keras tanpa penyadap suara.

Tak ada yang istimewa yang membuatnya patut dibanggakan,
Tak ada yang lucu yang mengharuskan hati ini tertawa.
Tapi yang membuatnya SEMPURNA adalah KASIH SAYANG
Atau mungkin hanyalah sebaris DOA

Kasih sayang tak bertahta
Doa yang tak tahu datang dari siapa ?
Dengan alasan apa ?
Dan entah kapan datangnya ?

Wallahualam

(Image Source at My Ramsis UH)
                                                                                                        Tamalanrea, 2 Maret 2012; 5:36 p.m.
Baca selengkapnya »

Sosial Media